Terima kasih sudah meluangkan waktu hanya untuk sekedar
menuliskan untaian kata namun sarat makna, wahai perempuan yang telah terjatuh
kemudian lalu dipatahkan seiring bergulirnya waktu.
Tak ada bedanya aku dengan kalian, disetiap kesempatan aku terjatuh..
akan selalu ada rasa diakhirnya.
Namun jatuh seperti apa yang dapat aku maksudkan.
Lagikah ini tentang cinta? Jadi.. haruskah ku tuliskan lagi
tentang jatuh cinta?
Biar aku beritahu sedikit kepada kalian..
Aku rasa tak ada bedanya dengan Ayu, membiarkan hatiku jatuh
berulang kali, seringkali untuk seseorang yang sama, untuk hati yang tetap
mengedepankan egoismenya.
Jangan coba mengajariku untuk belajar melupakan, karena aku
tahu.. tak akan pernah ada predikat lulus dalam hati maupun logikaku.
Kalau kalian menganggap aku hanya membuang waktu, justru aku
menikmati waktuku sendiri.
Seperti seorang Fitri,
Akan selalu ada rindu yang menyelinap masuk, jangan kau
tanya bagaimana rasanya.
Karena akan selalu ada bagian yang patah, timbul luka.
Dan aku hanya menyadari bahwa setiap jatuhku untuknya, hanya
akan banyak patahan atas namanya.
Sebab hatiku masih membuat lubang besar bernamakan kenangan.
Tak lain… aku yakin diantara Ayu dan Fitri. Ada banyak Ayu,
Fitri maupun aku yang lain merasakan jatuh yang menyakitkan kemudian patah
ditinggalkan.
Berdirilah dari jatuhmu meski sudah terlanjur ada bagian
yang meninggalkan bekas luka.
Dan dari tempatmu berdiri, akan datang seseorang yg menerima
tak hanya jatuhmu tapi bangunmu juga.
Serta tak hanya lagi hatimu yang dipatahkan melainkan dibuatnya utuh
kembali.
0 komentar:
Posting Komentar