Jika saat ini kau meminta waktuku
kembali.
Nyatanya semua itu tak sanggup
aku putarkan untukmu.
Aku tengah berjalan mengikuti
setiap putaran jarum ke arah depan.
Sekiranya waktu dapat aku
putarkan, mungkin saja aku hentikan disaat kita tidak berpisah.
Aku enggan memulai lagi.
Aku enggan mengakhiri kalimat
selamat tinggal.
Bahwasanya kau berjalan pergi,
bukan tinggal di sisiku.
Karena nyatanya.. yang sudah
diakhiri memang harus berakhir.
Setiap langkah kakimu yg menjauh,
selalu ada alasan.
Pergi memang untuk kembali. Tapi
tidak untuk mematahkan hati kesekian kali.
Jadi akupun berhak untuk
melangkah pergi, karena enggan kembali.
Hanya karena kau merasa
kesempatan selalu ada, justru kau tengah kehilangan kesempatan itu.
Biar kali ini, kembalimu adalah
alasan mengapa aku pergi.
0 komentar:
Posting Komentar