Tidak pernah ada hati yang selamat ketika di selamat
tinggalkan...
Begitupun denganku yang nampak raut kesedihan, atas apa yang
kita putuskan.
Namun pada akhirnya.. rindu yang kerap datang, membuatku tak
berdaya.
Sebab pada siapa rindu ini dapat ku sampaikan?
Adalah kamu yang kuanggap seperti rumah..
Tempat aku bersandar ketika merasa lelah.
Semoga tak lagi ada kata menyerah atas kita.
Jangan pernah usai, karena ini awal kita memulai.
Karena menjatuhkan hati padamu butuh usaha membuang ragu
jauh-jauh.
Saat ini kita mencoba menyamakan rasa, menyejajarkan
langkah.
Walaupun jarak menjadi sebuah jeda bagi kita.
Dengan bertemulah, kita melebur rindu berdua.
Sayang,
Genggamlah tanganku,...
Buang rasa gelisah dan resah dalam dadamu.
Yang ku tahu, kini hanya ada kau dan aku.
Sampai pada titik batasnya, waktulah yang memisahkanmu
denganku.
0 komentar:
Posting Komentar