Sabtu, 05 April 2014

Mati Sudah Rasaku

Edit Posted by with No comments
Oh rupanya... Tuhan membuatkanku skenario drama yang baru. Dan rupanya, aku pun masih menjadi pemeran utamanya. Apa yang bisa ku perankan dalam drama ini ? Lalu siapa lawan mainku ?
Oh tidak, rupanya masih kau. Tak sangka, Tuhan masih memilihmu untuk muncul kembali dalam kehidupan dramaku yang mulai ku rasa baik. Harus ku mulai dialog yang bagaimana, ketika aku di pertemukan denganmu ?

Haruskah ku bertanya kabarmu ? Tak sudi, aku menanyakannya..
Seakan aku bermain dengan peranku yang protagonis menjadi antagonis saat di satu scene denganmu. Maaf! 
Perlumu apa untuk menemuiku ? Urusan kita sudah selesai. Belum puas, luka yang sempat kau goreskan di hatiku ? hahaha. 

Tak bahagiakah kau dengan wanita pilihanmu, yang menjadi sebab kau tinggalkan aku dulu ?
Jangan beragumen apapun tentang kita dulu, aku tak ingin lagi mendengarnya. Aku tenang tanpa basa-basimu itu.
Jangan sekali-kali kau bilang, kau masih sayang denganku. Rasa sayangku sudah mati tertimbun rasa kecewaku karenamu.
Jangan mengemis, peranmu bukan itu. Dan aku pun tak akan memberi satupun dari apa yang aku punya. 

Sudah sanggup kini aku berdiri diatas kakiku sendiri, sanggup menyaksikan sendiri bagaimana kau tersenyum bangga dengan wanita yg kini ada di sampingmu dan itu bukan aku.
Susah payah aku mengobati lukaku sendiri, dan sudah berupaya aku membiarkan luka ini mengering dengan sendirinya.
Sekarang kau temui aku, memohon untuk kembali ? Aku tak sebodoh itu sayang...
Luka ini masih belum kering... 

Sudahlah... sampai kapan drama ini terus bergulir. Aku sudah jenuh dengen episode semacam ini. Ku rasa para penonton yang menyaksikan pun akan bosan.
Menanti kapan sesungguhnya drama ini mengakhiri kata TAMAT seperti sepenggal kisah lalu kita.

0 komentar:

Posting Komentar