Kapan kita
akan bertemu ?
Pertanyaan
itu selalu muncul dalam benakku, apa tidak dalam benakmu juga ?
Aku tahu ini
tak mudah, aku mencintaimu tanpa lelah.
Walaupun
jarak sudah memperparah hingga aku lengah.
Hari demi
hari, aku lalui dengan tabah.
Aku tak
ingin mudah menyerah.
Jarak
ratusan kilometer, tak ada artinya. Aku sudah menantimu dengan susah payah.
Sayang....
harus berapa lama lagi aku menunggumu ?
Aku ingin
kita cepat bertemu. Aku sudah terlalu rindu.
Perasaanku
masih tetap sama, tak berubah.
Hanya saja,
kau sudah mulai tak peduli dengan rengekanku.
Maaf kalau
itu mengganggumu.
Aku
mengerti, bahwa kau disana bukan sedang bersenang-senang.
Aku tahu,
kau sedang melaksanakan tanggung jawab atas apa yang sedang kau kerjakan.
Aku lihat,
kau begini pun semata-mata untuk menyakinkanku.
Aku dengar,
kau terkadang pun mengatakan merindukanku juga.
Sayang harus
berapa lama lagi aku menantimu ?
Haruskah
hingga aku lelah tak berdaya ?
Bukan aku
ingin mengeluh, tapi sedikit saja... tengok rinduku.
Temui aku...
peluklah aku. Hampir kacau aku dibuatnya.
Untuk yang
terakhir....
Sayang,
harus berapa lama lagi ?
Segala
masalah yang ku rasa pelik. Ingin ku sudahi dengan peluk.
0 komentar:
Posting Komentar