Minggu, 25 Januari 2015

Antara Aku , Dia dan Sahabat part 1

Edit Posted by with 4 comments
Kisah seorang gadis remaja yang jatuh cinta diam-diam.
Memilih diantara cintanya atau persahabatannya ?
Memilih diantara kebahagiaan untuk dirinya atau kebahagiaan untuk sahabatnya ?
Cinta menelusup hati tanpa permisi, meninggalkan luka ataupun tawa. Hingga ia berlari dan pergi.
                                                                -------***-------
“Kemarin gue pulang sekolah dianterin sama kak Excel loooooh” cerita Denia heboh kepada teman sebangkunya.

“Hmm... terus?”

“Ya gitu deh, pulang sekolah kita sempet berenti makan di kafe favoritnya kak Excel. Ah gue jatuh cinta beneran kalo begini sama kak Excel. Dia baik, perhatian, ganteng pula....”

“Lo yakin dia begitu tandanya dia suka sama lo?” tanya Rey cuek.

“Kok lo nanyanya gitu sih Rey? Bikin gue ngedown aja. Tapi sih ya gue yakin, kak Excel pasti juga punya perasaan yang sama kayak gue. Kalo nggak kenapa dia begitu perhatian sama gue?” jawab Denia santai.

Obrolan dua sahabat itu terhenti karena bel masuk telah berbunyi. Tak lama dari bunyi bel, Pak Kusdiman guru Fisika pun masuk kelas. Seperti biasa, Pak Kusdiman menginstruksikan seluruh siswa mengeluarkan selembar folio untuk ulangan dadakan.

“Pak..... kok ulangan lagi sih? Minggu kemarin kan udah ulangan” protes Pandu sang Ketua kelas.

“Sudah tidak usah banyak protes, ulangan kalian minggu lalu jeblok semua. Hanya beberapa siswa yang nilainya cukup baik” jawab Pak Kusdiman tegas.

Suasana di kelas X-2 cukup hening. Raut wajah siswa-siswinya berubah menjadi seperti pelari maraton, bercucuran air keringat demi menjawab berpuluh-puluh soal fisika.
Bel pengganti pelajaran selanjutnya pun berbunyi, tanda berakhir juga pelajaran fisika.

Dengan wajahnya yg stress sehabis mengerjakan soal fisika tadi, Denia beranjak dari kursinya untuk keluar cari angin.  Sedangkan Rey hanya duduk diam di kursinya sembari baca buku yang ia pinjam kemarin di perpustakaan sekolah.
Dari depan kelas Denia sedikit menjerit, membuat seisi kelas menengok kearahnya.

“Rey...... Rey...... sini buruan.....” panggil Denia heboh.

Rey hanya menoleh dengan wajah datarnya tanpa beranjak dari kursinya hanya untuk menghampiri Denia.
Denia pun berjalan ke arah kursi Rey, dan langsung menarik tangan sahabatnya itu.

“Ada apaansih Den? Gue lagi males nih,..” ujar Rey pelan.

“Itu... tuh kak Excel, lagi main futsal sama temen-temen sekelasnya. Ganteng bangeeeeeettttt. Makin klepek-klepek  gue liatnya.” jawab Denia

“Ah... kak Excel lagi, kak Excel lagi..... bosen ah Den.” kata Rey cuek.

“Ih... Rey mah nggak asik. Harusnya lo tuh seneng kek, apa kek liat temen lo lagi jatuh cinta gini. Makanya lo jatuh cinta dong... betah banget masih ngegalauin Seno” jawab Denia sedikit ketus.

Rey terdiam, mendengar nama Seno. Seperti ada rasa nyeri menyerang bagian dadanya. Iya, Seno adalah masalalu Rey. Yang pergi meninggalkan Rey tanpa sebuah kejelasan, dan sampai saat ini Rey masih menunggu Seno yang ia yakini, akan kembali.

“Tau ah.... kenapa jadi ngomongin Seno.” Kata Rey kesal sambil berjalan menuju kursinya.

Denia pun tak menghiraukan Rey lagi. Denia masih asik memperhatikan kak Excel di lapangan futsal. Tanpa disadari Denia, Bu Rida guru matematika sudah ada di dalam kelas.

“Denia, sedang apa kamu di depan pintu. Kembali ketempat dudukmu” panggil Bu Rida.

Denia sontak kaget, ternyata sudah ada Bu Rida dalam kelas. Dan Denia berlalu menuju tempat duduknya.

“Lo kenapa nggak manggil gue sih, kalo Bu Rida udah dalem kelas..” ujar Denia jutek.

“Hahahaha... sori Den, abis gue juga lagi asik baca buku. Jadi gue diem aja deh..” ledek Rey.

Pelajaran pun berlangsung selama 2 jam. Bu Rida masih serius menerangkan materi, tapi bel istirahat sudah berbunyi.

“Baik... materi untuk hari ini selesai. Kamis besok kita ulangan ya.” Ujar Bu Rida sambil meninggalkan kelas.
Seperti biasa, anak-anak bersorak-sorak protes mendengar kata ulangan.

“Kantin yuk Rey... gue laper nih. Mumet abis belajar fisika, matematika gini.” Kata Denia.

“Yuk... gue juga laper, tapi bentar ya gue ke perpus dulu. Balikin buku nih...” ajak Rey.

Denia pun mengangguk setuju. Denia dan Rey pun keluar kelas munuju perpustakaan di lantai 1 sekolahnya.
Saat di tangga, ada kak Excel dan beberapa teman kelasnya. Denia yg melihat keberadaan kak Excel pun sedikit histeris.

“Hai Denia, Rey... mau ke kantin ya?” sapa kak Excel ramah.

“Iya kak, tapi kita mau ke perpus dulu...” jawab Denia malu-malu.
“Oh gitu... yaudah gapapa, bareng aja. Kan sekalian abis dari perpus terus ke kantin..” kata kak Excel.

Denia tersenyum senang dan melihat ke arah Rey. Rey pun membalas senyuman Denia dengan wajah kecut.
Di depan perpustakaan, Rey pun masuk kedalam menemui Pak Ono yang biasa bertugas menjaga perpustakaan. 

- bersambung - 

4 komentar:

  1. Baru mampir udah suka sama tulisannya :)

    BalasHapus
  2. hmm, endingnya rada gantung nih. parta 2 dong :)
    btw, rey sama kayak nama temen gue deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap segera di lanjutkan :) makasih ya udah mampir.

      Hapus