Untuk seseorang yang tengah
mendoakanku.
Terima kasih atas segala doa yang
kau panjatkan untukku.
Apapun yang kau ucapkan
kepadaNya, ku yakin kiranya semua demi kebaikanku.
Surat ini hanya sekilas pesanku
yang ingin ku sampaikan, agar engkau tahu.
Semoga atas kebaikanmu
mendoakanku, para malaikat pun mendoakanmu juga.
Untuk seseorang yang tengah
mengabaikanku.
Segala sesuatunya itu semua
adalah hak mu.
Aku tak pernah meminta, yang tak
mungkin kau sanggup berikan.
Segala rasa yang tercurahkan
untukmu, aku berikan itu.
Jika kau tak mampu membalasnya,
tak apa.
Semoga dengan segala
pengabaianmu, kau tak pernah merasakan rasanya diabaikan oleh seseorang yg kau
cintai.
Untuk seseorang yang tengah
menangisiku.
Usap airmata yang mengalir di
pipimu.
Maaf dan beri aku kesempatan
untuk membuatmu tersenyum.
Jika benar luka di hatimu yang
membuatmu menangis.
Izinkan aku obati sakitnya.
Semoga dengan upayaku ini, tak
ada lagi tangis. Yang ada hanya lengkung senyum di bibirmu.
Untuk seseorang yang tengah
merindukanku.
Dalam rindu yang berkabut, aku
mengatasnamakan jarak yang menciptakan rindu.
Di kala sang waktu mengizinkan,
akan ada pertemuan.
Bersabarlah dalam penantianmu.
Untuk seseorang yang tengah
mencintaiku.
Jujurlah akan perasaanmu,
ungkapkan bila itu melegakan hatimu.
Mungkin saja kau adalah laki-laki
yang sedang membuatku jatuh.
Bila kau mampu menghargai
kejujuran atas perasaanmu, maka akupun menghargai pengakuanmu.
"Untuk seseorang yang tengah menangisiku.
BalasHapusUsap airmata yang mengalir di pipimu.
Maaf dan beri aku kesempatan untuk membuatmu tersenyum"
terdapat ketulusan yg dalam dari keseluruhan tulisan ini xD
Mampirlah juga ke http://blogituapaansih.blogspot.com
Terima kasih :)
BalasHapusBaiklah, segera menuju ke TKP