Dengarlah, langit ingin bercerita kepada bumi sejak pagi.
Ia berkeluh, menumpahkan kegelisahan hatinya ketika menjadi hitam pekat, teriakan petir saling bersahutan. Tak nampak biru cerah seperti pagi biasanya.
Wahai langit, apa yang ingin kau ceritakan kepadaku?
Aku sedang menanti seseorang di luar sana, kiranya ia akan basah terhujani oleh air-air yang turun darimu.
Tapi tak apa, suasana jauh lebih senyap dari hingar bingar pagi yang biasa aku dengar.
Bumi pun tak selalu bisa menolak, apa yang sudah kau berikan wahai langit.
Namun terkadang, bumi tak sanggup menampung pemberianmu.
Terlihat, banyak genangan di bumiku ini.
Langit, belum selesaikah ceritamu utk pagi ini? Tak ada jedakah untuk kau berhenti?
Baiklah, aku tetap saja pada tempatku. Menanti seseorang, sambil mendengar air matamu turun dari langit menuju bumiku.
Senin, 09 Februari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar