Senin, 16 Februari 2015

Perempuan Kesepian

Edit Posted by with 1 comment

Dari aku yang tengah kesepian.

Hai angin.... teruslah berhembus tapi jangan terlalu kencang.
Aku penikmatmu di kala panas datang... biar pelan tapi menyejukan menyentuh kulitku.
Menghilangkan sedikit peluh yang terus menetes dari kening.
Kau tak nampak, tapi ada. Seperti ia yg ku cinta, ia yang telah pergi tapi rasanya masih tetap ada.

Hai hujan.. turunlah, rintik-rintikmu seolah menyampaikan sebuah kerinduan.
Walau aku tahu, akan banyak di luar sana yang lebih rindu dari aku.
Derasmu turun dari langit seakan menunjukan pedihnya hatimu, ada sakit yang sulit kau ungkap. Hanya bisa dengan airmata.
Seperti ia yang kau percaya, namun tak bisa di percaya. Akan ada luka setelahnya, dan berakhir dalam sebuah tangisan.

1 komentar: