Selasa, 17 Februari 2015

Dari Seorang Aku

Edit Posted by with No comments

Dari aku yang tengah merindukanmu.
Sadarilah bahwa aku terus mendoakanmu, menyebutkan namamu kepadaNya. Mengadukan perihal hati yang sakit karena merindu. Aku butuh waktu, jika Ia kelak mengizinkanku bertemu denganmu.

Dari aku yang masih menyayangimu.
Tahukah kau bahwasanya menghapus luka dan airmata tak semudah menghapus rasa yang lama menetap dalam hati.
Terlebih luka yg kau gores teramat baru. Akan terasa perihnya....
Kadang kala tak kuasa aku menjerit, sulit lupa seperti yang sudah ku lihat di depan mata.

Dari aku yang ingin membencimu.
Ketahuilah sayang, bukan perihal mudah bukan saat ini aku mengatakan benci kepadamu?
Naif rasanya kalau aku bisa mudah membencimu.
Lupa untuk tak merindukanmu saja aku masih gagal.
Aku masih terkurung , tak bisa kemana-mana.

Dan kalimat terakhir yang aku tuliskan.....
Dari aku yang sudah merelakanmu setelah luka kemarin.

0 komentar:

Posting Komentar