Selasa, 03 Februari 2015

Sebuah Kata Diakhiri

Edit Posted by with 1 comment

Ada yg lebih luka dari sebuah perpisahan?
Perih, sakit mengakui sebuah kata selamat tinggal.
Tak semua suka dengan perpisahan. Walau itu mutlak bahwasanya sebuah pertemuan berakhir dengan perpisahan.

Aku tak bisa memaksamu tinggal. Bagimu, meninggalkan aku adalah baik. Tak akan lagi ada yg terluka diantara kita.
Kau mungkin memang benar. Tapi sadarkah kau pula menciptakan luka lebih besar dari luka kemarin.
Coba bertanya dalam hati kecilmu, sudah siapkah kau dengan segala risiko perpisahan? Kehilangan, tentu saja.
Aku bukan lagi wanitamu yg akan mudah kau rayu ketika marah.
Dan aku bukan lagi wanitamu yg ingin kau peluk ketika kau hendak berkeluh kesah.
Aku bukan tempat kau kembali. Jadi pergilah, itukan yang kau mau ?
Aku tak memaksa. Karena aku tahu, yg dipaksakan tak akan pernah baik.
Jangan pernah memintaku kembali. Karena perihnya luka kemarin tak akan membuatnya pulih.
Sudahlah, kau kan tahu yang sudah diakhiri memang harusnya sudah berakhir.

1 komentar:

  1. Maaf.....bukan maksud hati untuk menyakiti, namun apalah daya jika harus pergi.

    BalasHapus