Sabtu, 07 Februari 2015

Ia Tempat Ternyamanku

Edit Posted by with 1 comment

Sejauh apapun kau melangkah, kau akan kembali ke tempat yg membuatmu nyaman.

Aku setuju dengan kutipan di atas, bagiku kau adalah rumah. Tempat yg membuatku kembali seperti semula, aku sudah melangkah jauh dari tempatku berdiri.
Tapi aku justru ingin kembali ke tempat pertama aku menyandarkan hati, membuatku merasa aman dan nyaman. Ia, hatimu.
Walaupun aku tahu, pergimu dulu tak membuatmu kembali ke sini. Jadi kesimpulannya, aku bukan rumahmu?
Tak apa sayang, mungkin kau memang butuh yang membuatmu lebih nyaman dibanding di sini bersamaku.
Tak perlu kau hiraukan, bagaimana hatiku di tinggalkan oleh pemiliknya. Iya, itu kamu.
Hancur berantakan? Jelas iya, tapi aku tahu, tak akan aku berlama-lama membiarkan rumahku berantakan. Karena akan ada pemilik yg baru, butuh menjadikan hatiku adalah rumahnya. Membuatnya betah berlama-lama, tanpa perlu meninggalkan luka.
Terimakasih sudah sempat menetap, untuk pemilik hatimu yang baru. Aku relakan mengisi ruang kosong setelahku.

1 komentar: