Aku menginjakan kaki, di kota hujan.
Hawanya sejuk, dingin dan rindang. Iya, karena banyak pohon-pohon di tepi jalan.
Seperti biasa, aku berjalan menyusuri trotoar sampai menuju Tugu Kujang.
Padahal jam di tanganku menunjukan pukul 2 siang, tapi langit mulai gelap.
Aku langkah kan kaki dengan cepat, aku ingin cepat sampai di tempatku sebelum hujan mulai turun.
Aku ingat, aku belum sempat mengisi perutku. Jadi aku putuskan untuk mencari makan, biar sajalah... toh kalau kehujanan nanti aku langsung bersih-bersih di tempatku.
Angin lumayan kencang berhembus, aku jadi kedinginan. Aku tak menggunakan jaketku.
Akhirnya makan siang ku yang telat, aku putuskan untuk menyantap soto mie. Uhhh... sedap, dan jadi hangat rasanya. Ditambah sambal ku sendokan ke dalam soto mie ku.
Tak lama hujan turun, walau belum begitu deras. Aku berlari menuju tempatku sebelum hujan deras.
Aku berlari di sepanjang jalan trotoar. Seketika aku teringat akan kita, berlari menerobos hujan agar kau tak terlambat ketinggalan bus yang membawamu pulang ke kotamu. Ah, aku mengenang lagi. Tak pandai ternyata aku mengubur kenangan yang terlampau lama dalam ingatan.
Maafkan aku ya. Aku sekedar mengingat, karena aku merasa tak mampu untuk lupa.
Nggak bosen nih baca suratnya, kalo udah suka jadi nyaman :)
BalasHapus